Kedua

Kedua

Beberapa hari yang lalu sempet mulai ngga enak badan karena ketularan batuk pilek. Sekarang kondisi lagi hamil jalan 38 minggu, rasanya ngga enak banget. Tidur bolak-balik kebangun karena butuh ke toilet. Miring kanan kiri juga kadang rasanya ngga nyaman. Kaki udah dalam posisi diganjal lebih tinggi tetep aja bengkak. Apalagi terus kerasa hidung tersumbat, meler berkepanjangan, sakit tenggorokan, suara ilang, sempet down karena rasanya ngga enak banget. Tapi ada yang positif. Dari sebelumnya badan sering kedinginan, sejak hamil masuk 36 minggu, tiba-tiba rasanya jadi kepanasan terus.

(Note to myself: kayanya perlu nulis semua yang dialami pas hamil ini karena rasanya campur aduk dan suatu saat mungkin kangen, karena ada beberapa kenalan yang malah terus bilang kangen rasanya hamil).

Lalu kemarin sempet kesel, karena mulai ngga enak badan, tapi semua kerjaan rumah masih harus dikerjain sendiri, belum lagi nyiapin buat lahiran anak. Sampe akhirnya sempet ngambek ke suami. Akhirnya dia minta maaf, dan kemudian bilang kalau dia ngga tahu apa yang harus dilakukan, jadi baiknya kasih tau apa yang perlu dia lakukan. Kayanya memang budaya Asia ya, laki-laki kurang sadar buat bantuin pekerjaan rumah kalau ngga dibilangin sebelumnya. Akhirnya setelah itu ngomong apa yang perlu dia lakukan buat kerja sama beresin rumah, buat persiapan bayi, dan syukurlah jadi lebih kooperatif. Memang ngomong itu perlu ya daripada berasumsi suami bisa sadar sendiri terus malah emosi.

Selain karena lagi badan sempet tepar dan kesel, lagi ada sesuatu juga yang bikin rasanya kurang semangat. Sempet mikir kok kayanya hal berat itu ngga abis-abis. Tapi persis kemarin sempet nonton video youtube yang akhirnya mengubah mindset. Videonya itu tentang perjalanan penyakit seorang perempuan yang juga sebagai seorang ibu dari 2 orang anak dan seorang istri. Namanya Madalyn Rae Smith, dan itu diunggah di channel youtube suaminya yang bernama Chandler David Smith.

Nah, Mady ini adalah seorang yang aktif banget, bahkan dia ikut triathlon. Terus waktu ikut standard checkup buat event olahraga, ketauan ada yang ngga beres. Sampai pemeriksaan lebih lanjut, ketauanlah dia ternyata kena kanker usus besar yang udah stadium lanjut. Akhirnya dia langsung menjalani operasi dan proses kemo selama 7 bulan. Setelah itu, dia dibilang remisi atau sembuh. Dari situ, mereka sekeluarga happy banget buat balik ngejalanin aktivitas dan liburan sekeluarga. Tapi sayang itu cuma berlangsung setahun, karena hasil pemeriksaan rutin tahunan berikutnya ternyata menyatakan bahwa kankernya balik lagi.

Kelihatan bahwa si Mady ini sedih, tapi hebatnya, dia tetep optimis dan ngga nyerah. Yang bikin dia sedih adalah bahwa dalam waktu dekat itu anaknya mau ulang tahun, dan sebelumnya anaknya juga ulang tahun pada saat dia lagi berjuang dengan kanker. Dia ngarasa sedih buat anaknya, bukan buat dia sendiri. Dia selalu berusaha hadir untuk orang-orang di sekitarnya. Ada saatnya dimana dari dia yang penuh semangat, sampai akhirnya jadi sangat kurus, perutnya membuncit, lalu harus pakai selang dari hidung untuk makan, dia masih terus tersenyum. Jadi suaminya ini bikin video untuk mengenang hidup istrinya. Dalam videonya, dari Mady selalu senyum, keliatan bahwa dia selalu present, selalu muncul untuk orang-orang di sekitarnya. Banyak banget yang komentar, mereka ngga kenal siapa istrinya Mady, tapi melalui videonya, mereka tahu bahwa istrinya adalah seseorang yang sangat positif dan selalu membuat suasana di sekitarnya menjadi sangat menyenangkan. Cerita Mady ini juga memiliki impact yang sangat kuat waktu aku nonton kemarin, yang membuat aku rasanya memandang hidup jadi lebih bermakna. Link video youtubenya ada di sini https://youtu.be/YVmxdXuP2Wo?feature=shared

Oya, dan kemarin itu hari thalasemia sedunia. Kemarin sebenernya pengen banget ngepost seusatu tentang thalassemia, tapi karena memang lagi ngedrop dan kurang enak badan, jadi akhirnya pending dulu.

Satu hal tentang thalassemia: ada yang bertanya, emang ada caranya buat menghilangkan thalasemia? Tentu! Skrining thalassemia dari awal, siapa yang ketauan jadi carrier buat thalasemia itu sebisa mungkin jangan menikah dengan sesama carrier atau pembawa thalasemia. Karena ada risiko anaknya menjadi penderita thalasemia mayor. Dan ironisnya, yang memperjuangkan skrining thalasemia nasional itu malah kebanyakan mereka para penderita thalasemia itu sendiri, karena mereka tau betapa beratnya hidup dengan thalasemia.

Kalau mau tau lebih banyak tentang thalasemia, bisa lewat akun instagram Thalassemia Movement https://www.instagram.com/thalassemiamovement?igsh=a3E0ODViaHpnZ3p1.

Sebagian info tentang thalassemia sempet aku buat waktu hari thalassemia sedunia tahun lalu yaitu:

Terima kasih telah membaca sampai selesai!

This is a picture for my future self: hey, you made it to make a post on May 10th at midnight!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending Posts

About Me

Hi, I'm Ignatia Karina

Known as Karina in daily life and Dr. Igna in my pediatric practice—where I combine my passion for writing with my journey as a pediatrician.

Favourite PICKS

  • All Posts
  • Cerita Medis
  • Favourite Stories
  • Kisah Personal
  • Lainnya
    •   Back
    • ASI/ MPASI/ Nutrisi
    • Vaksinasi
    • Infeksi
    • Emergensi
    • Lain-lain
    •   Back
    • Refleksi
    • Parenting
    • Puisi
    • Fiksi

Persepsi dari referensi yang pasti,

itulah Edukasi.

Categories

Edit Template

© 2025 Ignatia Karina. All right reserved.